Senin, 08 Juni 2015

Rini Asmara Drummer wanita dengan segudang prestasi Nasional

Rini Asmara, lahir di kota kembang Bandung, 4 februari 1957 silam, merupakan salah satu drummer wanita senior di tanah air yang berkiprah sejak tahun 1970 sampai sekarang, dengan balutan musik rock yang masih kental dengan musik rock tegas, full power, dan tidak membosankan, dinamis, atraktif, Rock top - kata-kata ini dikutip dari artikel yang dikirim oleh Rini Asmara kepada redaksi Pro music elite. Rini Asmara merupakan drummer yang telah malang melintang di panggung-panggung besar ditanah air. dan sering juga sebagai drummer pengiring dari Sylvia saarthe hingga Atiek CB. pada jaman 1970 jarang sekali ditemukan drummer wanita yang memilik skill seperti Rini Asmara, pada awal remaja Rini asmara orang tuanya membentuk grup band di Pabrik gula karang suwung , Cirebon, papanya memainkan biola sedangkan Rini bernyanyi sebagai vocal.


dan akhirnya tertarik dan jatuh cinta pada drum karena semua tubuh bergerak seperti kaki dan tangan, saat itu berumur 13 tahun. Lagu-lagu yang mempengaruhi dan pernah di pelajari oleh Rini asmara seperti “My Way”, “In The Morning”, “I Saw Her Standing There”, “Aldila”. termasuk musik Deep Purple, Rolling Stones, Led Zepellin. Koes Ploes, D’Lloyd. Rhapsody, James Brown dan Suzi Quatro.

Tahun 1973, Rini Asmara hijrah ke Jakarta dan membentuk grup musik Anita Tourisia dengan memainkan lagu-lagu milik sang ratu blues, Janis Joplin. Tapi itu tidak berlangsung lama. Bersama Euis Darliah (vokal), Reza Anggoman (keyboard), Ninik Kastanya (ryhtm/saxophone), dan Evi Martha (bass/vokal); dan tergabung dalam Antiq Clique; yang dipimpin oleh seorang wartawan senior Albert Situmorang. Antiq Clique sempat menggelar panggung di Jakarta, Bandung, Palembang, bahkan di Medan.  

Pada tahun 1976, Mashery Mansyur seorang wartawan membentuk band rock wanita The Orchid, menaikkan nama Sylvia Saartje sebagai vokalis rock wanita, dan hal itu merupakan momentum bagi kelahiran rocker-rocker wanita sesudahnya. Selain Sylvia Saartje, turut bergabung Reza Anggoman (keyboard), Rini Asmara (drum), Senny (bass), Lis April (gitar), dan Lenny (gitar). The Orchid sempat mendapat kontrak bermain di beberapa tempat hingga kemudian bubar. (The Orchid) terbentuk di Kramat Sentiong. tetapi tidak orchid tidak bertahan lama, kemudian membentuk band Ress Lady Rock; bermain bareng Reza Anggoman, Elvira Anggoman, Senny Zebua dan Sondang Simanjuntak. Bahkan mereka pernah berbagi panggung bersama SAS (Soenata Tandjung, Arthur Kaunang dan Syech Abidin—red).

Prestasi rekor muri juga pernah di dapat oleh Rini asmara berhasil mengukir rekor 7,5 jam menabuh drum tanpa henti di tahun 2001. Mengiringi beberapa artis dari beragam genre musik; bekerja sama dengan Reny Jayusman Enterprise, juga Yayasan Seni dan Budaya, dan didukung oleh artis-artis lokal. Setelah berhasil mengukir rekor itu, Rini Asmara diberi gelar sebagai Presiden Rock Wanita Indonesia. www.pro-musicelite.com